Treehouse Kulama - Koleksi buku terlengkap
  HOME TENTANG KAMI PENGIRIMAN HUBUNGI KAMI KETENTUAN BERITA DAN PROMO BUKU TERLARIS PENCARIAN BUKU  
 
Logo Bukukoleksi.com
Treehouse Kulama


Email : sales@bukukoleksi.com
  INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI 081586008604
 
 
 
   
  AGAMA, KEROHANIAN, TOKOH & SEJARAH AGAMA
   
  ANTIK, UNIK, KOLEKSI MILITER & BENDA LAINNYA
   
  ARSITEKTUR
   
  ARSWENDO ATMOWILOTO
   
  BIOGRAFI, FILM, MUSIK, LAWAK, DRAMA & TEATER
   
  BIOGRAFI, MILITER, KEPOLISIAN & PERANG
   
  BIOGRAFI, POLITISI, PENGUSAHA & TOKOH SIPIL LAINNYA
   
  BISNIS DAN MOTIVASI
   
  BONSAI, SUISEKI & IKAN HIAS
   
  BUDAYA JAWA, BATIK, KERIS & WAYANG
   
  BUNG KARNO DAN BUNG HATTA
   
  EMHA AINUN NADJIB
   
  FASHION DAN GAYA HIDUP
   
  FILSAFAT
   
  HAMKA
   
  HOBBY
   
  HUKUM DAN UNDANG - UNDANG
   
  IWAN SIMATUPANG
   
  KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
   
  KULINER
   
  M. NATSIR
   
  MAJALAH DAN KORAN
   
  NOVEL, KOMIK & CERITA JADUL
   
  OLAH RAGA
   
  PAK HARTO
   
  PRAMOEDYA ANANTA TOER
   
  REMY SYLADO
   
  SASTRA DAN FIKSI
   
  SEJARAH, KISAH NYATA & KISAH TEMPO DOELOE
   
  SEKSOLOGI
   
  SENI, BAHASA, BUSANA & BUDAYA
   
  SOSIAL POLITIK
   
  TAN MALAKA
   
  UMAR KAYAM
   
  Y.B. MANGUNWIJAYA
   
 
Berita dan Promo terbaru
     
  sf
Klik detail promonya
 
 
 
Berita dan Promo terbaru
     
  BUKUJADUL.COM
BUKUKOLEKSI.COM
Klik detail promonya
 
         
Klik pada gambar untuk memperbesar ( zoom )

 
JUDUL : SEPUTAR KEDUNG OMBO ( BUKU KOLEKSI SEJARAH DAN SOSPOL).
PENULIS : Stanley   PENERBIT : ELSAM
CETAKAN : PERTAMA, Agustus 1994   HALAMAN : 523
STATUS : STOCK TERSEDIA   UKURAN : 15,3 x 20,9 cm
HARGA : Rp. 250.000,00    
DESKRIPSI :

BUKU KOLEKSI SEJARAH DAN SOSPOL, " SEPUTAR KEDUNG OMBO " KARYA STANLEY, KATA PENGANTAR OLEH DR. GEORGE JUNUS ADITJONDRO DAN DR. ARIF BUDIMAN.

Waduk Kedung Ombo adalah sebuah waduk yang dibangun dengan cara menenggelamkan puluhan desa, yang termasuk dalam wilayah tiga kabupaten, yaitu Sragen, Boyolali, dan Grobogan. Saat ini Kedung Ombo dikenal sebagai salah satu obyek wisata unggulan di Jawa Tengah.
Tapi masih banyak orang yang belum tahu kalau proses ganti rugi atas areal waduk itu meninggalkan rasa sedih dan kesengsaraan yang berlarut-larut dan meninggalkan kasus-kasus pelanggaran HAM.

Pembangunan Kedung Ombo terjadi saat Orde Baru sedang di puncak kekuasaannya. Bermula pada awal tahun 1982, dimana aparat kelurahan mulai men-sosialisasikan rencana pembangunan Waduk Kedung Ombo yang akan meliputi puluhan desa yang akan ditenggelamkan, namun proses ganti ruginya berjalan sangat lambat, hingga tahun 1989, karena masih banyak warga yang tidak bersedia menerima ganti rugi yang sangat kecil nilainya. Dan warga yang menolak itu harus menerima tekanan, intimidasi, dan dikejar bahkan dengan mudah mendapat " CAP EX TAPOL / OT " di KTPnya, yang lebih menyakitkan adalah pernyataan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Maret 1989, yang menyatakan, bahwa warga menolak ganti rugi , karena arahan sisa-sisa PKI dan juga dikatakan pada masa lalu, kawasan Kedung Ombo ini adalah Basis PKI yang sejak dulu selalu mempersoalkan masalah tanah.

Di tengah tekanan yang harus mereka terima, mereka juga harus menerima kenyataan, rumah-rumah mereka terus dialiri air yang semakin hari semakin tinggi, sampai akhirnya menenggelamkan rumah mereka.

Dalam buku ini juga kita dapat mengetahui perjuangan kemanusiaan yang dilakukan oleh Romo Mangun, K. Hamam Jaffar / pimpinan Pondok Pesantren Pabelan, H.J.C. Princen, K.H. Abdurrahman Saleh, Dosen-Dosen Universitas Diponegoro, dan kawan-kawan.

DI BAWAH INI ADALAH KOMENTAR DARI DR. GEORGE JUNUS ADITJONDRO DAN DR. ARIEF BUDIMAN, PADA SAMPUL BELAKANG BUKU :

Buku ini secara rinci menggambarkan proses pemnbebasan tanah di kawasan Waduk Kedung Ombo, khususnya taktik-taktik PENEKANAN yang dijalankan oleh aparat Pemerintah Daerah terhadap para pemilik tanah. Juga menggambarkan secara cukup rinci perubahan-perubahan kebijakan Pemerintah dalam soal pembebasan tanah dan pemindahan penduduk, setelah menghadapi oposisi rakyat setempat. Respon kaum terpelajar, khususnya kelompok-kelompok aktivis mahasiswa serta sejumlah organisasi advokasi profesional yang berusaha mempertinggi kekuatan menawar (Bergaining Power) rakyat di kawasan Kedung Ombo menghadapi pemerintah di berbagai aras (level). Baik di front dalam negeri, maupun menghadapi badan internasional yang paling besar andilnya dalam pembiayaan Bendungan Kedung Ombo, yakni Bank Dunia.
(Dr. George Junus Aditjondro).

Penduduk yang tadinya dituduh bekas PKI dan " MBALELO " karena menolak dipindahkan ke desa Kayen atau pemukiman transmigrasi Mukomuko di Bengkulu, tiba-tiba dikabulkan tuntutannya, yakni mendapat sekeping tanah pengganti di sekitar waduk. Bahkan oleh Gubernur Jawa Tengah mereka sempat dipanggil " PAHLAWAN ".
(Dr. Arief Budiman).


SPESIFIKASI :

� Buku bekas.
� Soft cover.
� Masih bagus.
� Dilengkapi dengan foto-foto proses perendaman.
� Penerbit ELSAM.
� Cetakan pertama, 1994.
� 523 halaman.
� Ukuran 15,3 x 20,9 cm.

HARGA @ Rp 250.000,-- FIX, BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI 081586008604.

PANTAU TERUS KOLEKSI KAMI, KARENA " TIADA HARI TANPA KOLEKSI BARU " DI WEB KAMI, SIAPA TAHU APA YANG ANDA CARI ADA DI SINI.

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.

CATATAN :

KOLEKSI KAMI DAPAT DILIHAT JUGA DI www.bukusejarah.com DAN www.bukukoleksi.com (SILAHKAN KLIK DI SUDUT KANAN ATAS HALAMAN INI).
 
 
© Copyright 2014 Bukukoleksi.com HOME TENTANG KAMI PENGIRIMAN HUBUNGI KAMI KETENTUAN BERITA DAN PROMO